Sudahkan Anda Punya Manajemen Keuangan yang Baik? Cek di Sini!

Begitu memasuki dunia kerja, Anda pasti diharuskan untuk bisa mengatur keuangan sendiri. Meski mungkin belum berumah tangga dan masih hidup seatap dengan orang tua, tapi tentu malu untuk mengandalkan uang orang lain di saat sudah punya penghasilan sendiri.

Nah, di masa ini pula Anda mulai belajar yang namanya manajemen alias pengaturan keuangan. Meski masih secara sembarangan, namun Anda sudah mulai memperhitungkan berapa besarnya kebutuhan setiap bulan dan juga berapa sisa uang yang bisa dimiliki.

Harusnya, kemampuan manajemen keuangan Anda akan bertambah baik seiring berjalannya waktu. Tapi nyatanya tidak sedikit orang yang makin lama malah makin gagal menata keuangannya. Apakah Anda termasuk? Cek tanda-tanda orang yang punya manajemen keuangan buruk di bawah ini:

1. Besar pasak daripada tiang

Bukan sekedar peribahasa lama, hal ini akan benar-benar terjadi pada orang yang memiliki manajemen keuangan buruk. Kalau Anda memiliki cicilan lebih besar dari gaji bulanan, maka bisa dipastikan bahwa manajemen keuangan yang Anda lakukan selama ini kurang tepat.

Atau mungkin Anda tidak memiliki cicilan apapun tapi sudah kehabisan uang 2 minggu sebelum gajian? Hal ini malah lebih buruk karena Anda artinya tidak bisa mengatur uang sesuai dengan kebutuhan rutin setiap bulannya.

2. Sama sekali tidak punya tabungan

Kerja sudah hampir 3 tahun, tapi rekening di bank selalu kosong. Kalau Anda juga mengalami hal seperti ini, itu tandanya perlu mengatur lagi cara membelanjakan gaji bulanan. Apalagi kalau Anda masih single, harusnya bisa menyisihkan uang untuk ditabung setiap bulannya meski dalam jumlah yang kecil.

Membiasakan diri menabung akan mempermudah Anda saat mengalami kondisi yang diluar dugaan dan butuh dana ekstra. Dengan punya tabungan sendiri, maka Anda akan terhindar dari lilitan utang dengan bungan besar.

3. Tak bisa menahan godaan diskon

Mumpun masih diskon, wajib dibeli! Ini adalah prinsip para tukang belanja yang jelas memiliki manajemen keuangan buruk. Kalau Anda tahu bagaimana cara mengatur uang, maka Anda harusnya juga memahami bahwa belanja hanya boleh dilakukan jika barang yang akan dibeli memang dibutuhkan.

Tak peduli seberapa pun besarnya diskon, Anda tak perlu membelinya jika memang tak butuh. Uangnya bisa dialihkan untuk hal yang lebih berguna seperti menabung atau berinvestasi.

4. Tidak pernah tahu ke mana uang habis

Pasti sering sekali Anda merasa bingung karena uang gajian tiba-tiba habis dalam waktu singkat. Anda pun tidak bisa mengingat dengan baik untuk apa saja uang tersebut dikeluarkan. Hal inilah yang menjadi salah satu contoh buruknya manajemen keuangan yang Anda lakukan.

Tanpa mengetahui dengan pasti jumlah pengeluaran, berarti Anda tidak bisa pula membandingkannya dengan pemasukan yang diterima. Alhasil, di bulan berikutnya Anda akan terus mengulang kesalahan yang sama: belanja di luar kemampuan dan kebutuhan.

Jangan menunggu hingga bangkrut untuk mengubah pengaturan keuangan Anda. Justru jika terbiasa melakukannya sejak mudah, di masa depan nanti Anda akan lebih mudah mengatur dana yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *